Cklek Suara pintu terbuka menampakkan sosok Sakura di baliknya. Dilihatnya Angkasa masih belum sadarkan diri paska operasi luka tusuk di bagian perutnya dua hari lalu. Gadis itu berjalan lambat, mendekati Angkasa yang terbaring lemah dengan sepasang mata yang terpejam erat. Kemudian berdiam diri tepat di samping ranjang, memerhatikan Angkasa dengan rasa cemas yang tertahan dalam sesaknya. Sakura sudah kehilangan ayahnya. Lalu kehilangan ibunya. Dan kini, ia tidak ingin kehilangan Angkasa juga. Hanya Angkasa yang Sakura punya. Hanya Angkasa yang mampu menguatkannya. Hanya Angkasa yang bisa menjadi alasannya untuk tersenyum setelah kepergian ibunya. Gadis itu menunduk. Menangis tanpa isak yang sama sekali tidak terdengar, sekalipun dadanya benar-benar sakit seperti terlilit kuat, dan ti

