Enam tahun lalu. Satu hari sebelum tragedi pembunuhan itu terjadi. “Wah, syukur alhamdulillah, ya, hari ini kedai kita ramai pengunjung. Pasti berkat pelayan-pelayannya yang ramah, nih. Terutama kamu, Yuli. Banyak sekali pengunjung yang suka sama pelayanan kamu di kedai ini,” puji Bu Mega pada Yuli, yang kompak saja disetujui oleh pegawai-pegawainya yang lain, yang sesama pelayan seperti Yuli. Yuli tersenyum. Senyum indah, yang diturunkannya pada Sakura. “Bisa aja, Ibu. Yang lain juga ramah semua, kok.” “Semua pegawai saya memang membanggakan,” tutur Bu Mega. “Ya, sudah, kalau kalian mau pulang, pulang saja. Khusus hari ini, saya akan menyuruh orang lagi untuk membereskan kedai.” “Wah, beneran, Bu?” tanya salah satu pelayan kedai lainnya, antusias. “Iya, dong!” “Makasih banyak, ya, B

