18

1578 Kata

Suara decitan printer yang sedang mencetak foto terdengar begitu nyaring meramaikan kamar Angkasa, ketika tidak ada satu pun suara lainnya yang mengisi. Foto-foto Sakura yang waktu itu Angkasa bidik ulang ke dalam kamera ponselnya saat dirinya sedang menemani Sakura dan ibunya, Angkasa mencetak semuanya sekarang. Sudah dua yang berhasil, kini tinggal sisanya. Angkasa meraih salah satu foto itu, seraya mengambil posisi duduk di kursi meja belajarnya. Memandangi potret Sakura yang terabadikan dalam sebuah lembaran, tengah tersenyum dan berdiri di depan bangunan Universitas Nusa. Melihat itu tak lama Angkasa pun ikut tersenyum dengan sedikit tertawa sumbang. Di satu sisi ia menertawai dirinya sendiri. Tertawa, karena tidak tahu kenapa ia merasa lucu saja. Sebab kemungkinan besar kalau ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN