23

1763 Kata

Dengan segenap dorongan keras dari dalam dirinya, usai menarik napasnya panjang, Sakura akhirnya menutur, “Aku deketin Kakak cuma karena sebuah misi dari Lola. Dan aku nggak mau menyakiti Kak Angkasa dengan menerima bahkan membalas pernyataan perasaan Kak Angkasa ke aku, walaupun aku punya perasaan yang sama ke Kakak. Maaf….” “Cuma karena itu?” “Cuma?” Balasan Angkasa detik itu juga benar-benar membuat Sakura tercengang karenanya. “Aku udah bohong dan menyakiti Kakak, terus Kak Angkasa bilang ‘Cuma’?” “Kalau soal itu, saya udah tahu, dan saya nggak peduli,” ujar Angkasa, yang dalam sesaat melanjutkan, “Saya sayang sama kamu, Sakura. Yang saya pedulikan cuma kamu.” Seketika Sakura menoleh. Matanya yang bertemu langsung dengan sepasang mata Angkasa, menatap tak percaya. “Sejak kapan Kak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN