24

1330 Kata

“Terus Kak Angkasa maunya apa biar aku bisa menebus semuanya?” tanya Sakura dengan suara memelan, saking pasrahnya ia lantaran tidak tahu lagi apa yang harus dirinya lakukan atas segala yang telah ia perbuat pada Angkasa. Sama seperti Angkasa, mata gadis itu pun juga terus menjatuhkan air mata. Memerah, dengan rasa sesak yang lebih dari setimpal dibanding rasa sesak yang Angkasa rasakan. Gadis itu menunduk, sampai tiba-tiba ia dapati tangan Angkasa meraih tangannya. Membuat pandangannya otomatis kembali terangkat, menatap Angkasa. Sekian detik mata mereka beradu. Lalu kemudian Angkasa merengkuh tubuh Sakura dengan begitu erat. “Lupakan soal misi itu. Saya cuma mau kemu terus di sisi saya, Sakura. Jangan pernah menjauh, apalagi meninggalkan saya sendirian seperti sebelum-sebelumnya. Say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN