Keneth menunggu Jenaar diluar ruangan operasi. Dia sudah menunggu satu jam, tetapi belum kunjung mendengar hasil, apakah operasi ini akan berhasil atau tidak. Saat pria itu menunggu diluar ruangan, pria itu tak sengaja melihat kehadiran Delion disini. Dia mendekat, dan kemudian berdiri dihadapan Keneth. Dia menatap datar kearah pria itu. “Ken, bagaimana kabarmu?” tanya Delion dengan wajah yang datar. Keneth mengerutkan keningnya dan menatap tajam ke arah wanita itu, “Untuk apa kamu kesini? Dari mana kamu tau aku disini?” Delion mendengarnya hanya tersenyum tipis, “Dimanapun kamu berada, aku mengetahuinya Ken. Tidak perluh kamu tau aku tau dari siapa, yang harus kamu ketahui bahwa operasi ini akan gagal.” “Apa maksud kamu?” “Pendonor yang mereka pakai tidak bisa digunakan oleh Jenar, m

