SB - Chapter 43

1723 Kata

Apa yang menimpa dengan Jenar, membuat semua orang ikut merasa kesedihan juga. Terutama Keneth, pria itu merasa bersalah dengan apa yang menimpa kepada wanita itu. Jenar, dia duduk diranjang dengan rambut yang terurai. Dia duduk diam, tanpa melakukan apapun. Apa yang bisa dilakukan dirinya? Dia buta, tak melihat arah, dan benda – benda yang ada disekelilingnya. Mata berwarna coklatnya tertutup oleh perban berwarna putih. Dia hanya diam, tak bisa merasakan pula secercah cahaya yang saat ini ikut menembus wajahnya melalui celah jendela yang dibuka oleh suster beberapa waktu lalu. Wanita itu terdiam dan hanya merasakan hembusan angin, dan cahaya matahari yang terasa dipermukaan kulitnya. Tiba – tiba, wanita itu merasakan sebuah tangan kekar memeluk perutnya yang ramping. Dia tau, dia hapal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN