"Pak hari ini meeting yang ada di gedung C, dibatalkan." Putra yang sedang membaca berkas kemudian menoleh ke atas menatap pria berkemeja biru muda dengan tajam, "Siapa yang berani membatalkannya. Saya atasan disini, kenapa lancang sekali membatalkan meeting dengan klien. Siapa yang berhak membatalkannya hm?!" Pria dihadapan Putra, menunduk, "Maaf Pak, tapi..." "Aku yang membatalkannya!" Putra menoleh, dia melihat wanita baya yang mengenakan kacamata dengan menenteng tasnya, "Mamah?" Melani, iya dia wanita itu. Dia mendekat dan menatap tajam Putranya, "Mamah memang tidak berhak mengganggu masalah bisnis kamu. Tapi, Mamah berhak atas kesehatan anak Mamah." Melani memerintahkan pria karyawan Putra untuk keluar dari sini. Lalu, setelah tinggal kedua orang itu, Melani mendekat dan menghe

