Setelah proses pemakaman dari Claudia, Putra masih menemani wanita itu dirumahnya. Begitu juga Jenar dan juga suaminya. Rumah Valerie yang biasanya gelak tawa dari alurnya, kini berubah menjadi sunyi hanya ada duka yang menyelimutinya. Entah dari hati Valerie, dan juga hati orang sekitar yang merasa kehilangan. Valerie, menatap kosong keluar jendela. Jenar, mengelus perutnya sambil menghela nafas, lalu dia menatap ke arah suaminya dan berbisik, "Ken, aku sakit perut sumpah. Aku ngerasa mau keluar eegnya." "Yaudah sana ke kamar mandi," kata Keneth dengan biasa saja. "Sumpil ya Ken, kamu sama istri sendiri nggak ada pengertiannya sama sekali. Aku itu minta dianterin sama kamu lo," kata Jenar dengan merajuk. Keneth menghela nafasnya, dia lalu mengulurkan tangannya ke depan wajah Jenar,

