Valerie menatap pria yang sedang tertidur disofa, dia menatapnya dan merasa iba. Tak ada detakan jantung saat dia menatapnya seperti sebelumnya, rasanya tak ada sesuatu yang indah seperti dahulu. Dia menyadarinya, rasa ini sama, saat dia pisah dengan pria itu berbulan – bulan lamanya. Putra bangun dan mendekati wanita itu diranjang. Dia duduk dikursi dan kemudian menatapnya, “Apa aku aneh? Kamu menatapku terus sedari tadi.” “Aku merasa bingung. Dan itu cukup menggangguku Mas.” “Apa yang membuatmu menjadi bingung? Kamu bisa menceritakan semuanya dan membaginya denganku, kita teman sekarang bukan?” Valerie menggelengkan kepalanya, dia menatap iba dengan pria dihadapannya itu, “Aku mohon berhenti semuanya.” Mendengar ucapan Valerie membuat Putra bingung, dia lalu bertanya, “Apa yang kamu

