23. Berbeda

1222 Kata

Yuda terus mencoba menghubungi Moja, tetapi tak diangkat. Ia mengembuskan napas kasar, lalu keluar dari taksi tepat di depan lobi sebuah rumah sakit besar. “Kenapa dari tadi gak diangkat, sih? Apa mungkin Moja masih kerja, belum istirahat, ya? Tapi ini ‘kan udah jam istirahat. Mungkin ada pasien kritis atau apa yang bikin dia belum bisa istirahat.” Yuda berceloteh bingung, jadi menerka-nerka kenapa teleponnya sedari tadi tak diangkat oleh sang istri. “Aku harus ke mana? Aku juga gak tau di mana ruangan Moja, karena gak pernah anter dia sampe ke dalem.” Yuda berdecak. Ia memilih masuk ke dalam, dan mendekat ke meja resepsionis. “Permisi, Mbak.” Dua suster di meja resepsionis itu tersenyum ramah kepada Yuda. “Iya, Mas. Ada yang bisa kami bantu?” “Kalo boleh tau, ruangannya Moja di mana,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN