“Aina? Ini kamu?” Suara berat Yuda mengalihkan perhatian Aina ke kursi belakang. Ekspresi Aina pun berubah masam saat melihat wajah sang mantan suami. “Jalan aja, Pak. Tolong bawa dia menjauh dari sini,” ujar Aina kepada sopir taksi itu. Yuda tersenyum sinis. Ia malah keluar dari taksi. “Bentar, Pak, saya mau bicara dulu sama dia.” Aina menggulir bola matanya melihat Yuda keluar dari taksi. “Kenapa bumi ini sempit sekali? Muak sekali tiap hari liat dia,” gumamnya. Yuda mengengelilingi tubuh Aina, lalu memperhatikannya dari atas sampai bawah. “Wah-wah, gak aku sangka, sekarang kamu jadi orang yang berbeda, Aina. Kamu sangat berusaha keras untuk berubah jadi cantik supaya aku lirik, ya? Ck-ck-ck, aku akui sekarang kamu memang sudah begitu menawan. Yaah, memang sebenarnya sedari dulu waj

