“Astaga, Yuda. Muka kamu kenapa? Kamu abis berantem atau kecelakaan?” Rastanti terkejut melihat kondisi wajah putranya. Yuda mengumpat kesal. Ia duduk di kursi tepat di samping ranjang Rastanti. “Ini semua gara-gara Aina! Wanita kurang ajar itu beneran lakuin apa pun demi narik perhatianku.” Rastanti memicing. “Aina? Dia datang temuin kamu? Dia mohon-mohon biar bisa balik sama kamu, dan gak mau cerai?” Yuda berdecak. “Aku ketemu dia di jalan. Aku tau, dia itu sengaja berdiri di sana buat narik perhatian aku. Kebetulan aku juga mau cari dia buat diseret ke sini biar dia urus Ibuk di rumah sakit. Tapi dia malah sok jual mahal, bertingkah, sampe mengulur waktu. Kurang ajarnya ada laki-laki sok jadi pahlawan tolong dia. Aku dihajar sama dia, jadi begini sekarang. Aina kurang ajar! Dia bener

