Sudah beberapa hari Alika mengurung diri di kamar. Kalau pun keluar sebisa mungkin tidak ada orang di rumah. Ia menghindar untuk bertemu dengan siapa pun, bahkan Davin yang pulang ke rumah, juga diabaikan oleh wanita itu. Ia sudah tidak peduli suaminya pulang atau tidak. Bagaimana keadaan suaminya, apakah terawat atau semakin tak terurus. Alika sedang belajar membuat dirinya bahagia, mengabaikan teguran dari siapa pun, atau hanya sekadar sapaan. Bahkan telepon dari orang tuanya dari Surabaya juga tidak dijawab. Wanita cantik itu hanya ingin sendiri, mencoba menjalani dunia dengan caranya sendiri, bahagia dengan caranya sendiri. Wanita cantik itu duduk di atas ranjang yang menghadap jendela, dengan memeluk lutut. Rambut panjangnya kusut terurai, membuat dirinya terlihat seperti wanita ya

