Seminggu berlalu, dan pada saat itu, Kiara tentu saja masuk kerja dan bekerja seperti biasanya. Tapi, saat makan siang hendak tiba... Tiba-tiba saja ia merasa kepalanya sangat pusing. "Kiara?! Kamu baik-baik saja?!" tanya seseorang yang mendekat ke arah Kiara yang memegangi kepalanya. Pada saat itu, Kiara sama sekali tidak melihat siapa yang mendekat, dan bahkan siapapun itu, ia tidak perduli sama sekali. "Kamu sakit? Sebaiknya kamu izin pulang saja kalau memang sakit." ujar orang itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Arif. Kiara menggelengkan kepalanya perlahan, dan ia sungguh menolak untuk pergi kemanapun. "Mas Arif, sebaiknya kamu kembali bekerja saja. Jangan sampai nanti kamu terkena masalah lagi gara-gara aku," balas Kiara. Kiara memang tidak menatap ke arah orang yang b

