Dua Puluh

1178 Kata

Aku mendengarkan semua penjelasan Tuan Leon mengenai sebuah toko pakaian yang katanya Sebastian berikan untukku. Aku tak tahu mengapa dia lakukan hal itu, aku tidak memerlukan itu. Toh, tanpa bekerja aku tetap bisa memiliki segalanya, menikmati segalanya tanpa perlu bekerja berat. Jika aku harus mengerjakan semua hal itu lagi, untuk apa membuat sebuah kontrak. Aku menguap beberapa kali dengan bosan. Tuan Leon memerhatikanku dari sorot mata cokelatnya yang amat tajam. "Anda tak seharusnya menguap di beberapa tempat. Hal-hal kecil seperti itu, bisa membat orang-orang menilai jelek pada Anda" dia masih sering memerotes mengenai tatakrama. Membosankan mendengar kuliah itu darinya, bahkan setelah aku tak berada di mansion Sebastian dia tetap suka menegurku. "Aku mengerti, tapi aku benar-bena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN