"Nona..." kataku memanggil gadis itu. Tatapan matanya nampak kosong ketika melihat keluar jendela, walaupun dalam genggaman tangannya ada sebuah buku tengah membuka lebar. Anna bergumam sekilas dan membuang nafasnya dengan raut wajah letih. "Tidur Anda baik nona?" kataku padanya sambil menuang teh dari teko untuknya. Jemarinya menelungkupi gelas teh putih itu pelan-pelan. Mencium baunya dari pinggiran gelas dan mengatup kelopak matanya sebentar. "Cukup baik. Di mana Tuan Leon dan Lanny. Aku tidak melihat mereka berdua sejak pagi?" "Mereka pergi ke toko, nona..." mata cokelatnya berubah tegas, berbinar "Toko?" "Tuan Leon belum mengatakannya pada Anda?" "Tak ada yang bicara apa pun padaku" "Mungkin dia akan memberitahu saat dia datang!" "Begitu," ujarnya dengan nada terkesan datar "s

