Jantung Bara berdegup kencang, ia merasakan takut yang luar biasa. Walaupun di dalam hati mulai bertanya, dari mana asalnya informasi yang Jo dapatkan. Jika Jo benar tentang malam ini, sebaiknya saya mendengarkan banyak ucapannya. Kata Bara di dalam hati, sembari menginjak pedal gas dengan kuat. Pandangannya fokus ke jalanan sepi yang terasa semakin mencekam. Bara tidak ingin kehilangan lagi dan dia tidak boleh terlambat. Setelah membelah jalanan lebih dari lima belas menit, tiba-tiba saja ban mobil Bara melindas sesuatu dan menghentikan lajunya. Mobil mewah tersebut berputar-putar di jalanan besar. Untungnya banyak anak muda yang tengah kongko-kongko di jalanan dan langsung menolong Bara. "Saya nggak apa-apa," kata Bara ketika pintu mobilnya dibuka. "Tapi kepala Anda berdarah, Pak.

