14. Briana

1550 Kata

"Ada apa ini?" Sebuah suara menghentikan ocehan Nathan. Segera aku menoleh ke asal suara. Mampus aku! Tuan Barra! Pria itu berdiri di ambang pintu dapur. Terlihat sekali wajahnya yang biasanya dingin berubah menjadi banteng siap tempur. "Apa yang kalian lakukan?" Tidak ada yang menjawab. Bahkan tuan Nathan malah semakin mempererat pelukannya. Greget. Tuan Barra melangkah mendekati kami. Mungkin jika dalam film animasi, wajah tuan Barra pasti memerah panas dan di atas kepalanya ada kepulan asap putih pertanda lahar kemarahan yang siap meledak. "Laat je hand los!" katanya penuh penekanan. Kami masih diam dengan posisi tidak berubah. Aku masih berada di pangkuan tuan Nathan dengan pria itu memelukku erat. "Tu-tuan!" panggilku gugup. "NU ...!" bentaknya. Matanya tajam menatap tuan N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN