Haus. Siang ini rasanya panas sekali. Walau berada dalam kamar ber-AC, tapi tenggorokan ini masih terasa begitu kering. Aku keluar kamar, menuju tangga, dan turun ke lantai bawah. Suasan rumah memang sangat lenggang, sepi sekali. Mungkin semua orang sedang beristirahat. Ketika sampai di dapur, ternyata ada Alia juga di sana. Terlihat dia duduk di meja makan kecil khusus dapur dan minum jus jeruk dalam kemasan. Aku mengangguk dan tersenyum padanya sebagai tanda salam. Setelah itu, aku segera menuju kulkas, membukanya dan mengambil sebotol air putih dingin. Aaaahhhhh segarnya ... "Nona!' Alia memanggil. Siapa yang dipanggilnya? Bukannya yang di dapur cuma aku dan dia. Aku menoleh dan menunjuk diriku sendiri. "Saya?" Gadis itu tidak menjawab, tapi segera bangun dari duduk dan menghamp

