31

1600 Kata

Sementara itu, sekarang ini Oreo tidak kembali ke sekolah. Oreo malah saat ini pergi ke salah satu gedung terbengkalai yang biasanya digunakan oleh anak-anak sekolah untuk berkumpul atau untuk membolos juga. Oreo benar-benar kecewa dengan semua yang terjadi. Ia tak habis pikir kenapa Ona memilih Orion, padahal seharusnya Ona memilih dirinya yang jelas-jelas sudah lama sekali kenal dengan Ona daripada dengan Orion itu. Orion merupakan orang baru di hidup Ona, sedangkan dirinya merupakan orang lama yang sudah menemani hari-hari Ona dan menjaga Ona. Ya dirinya tahu bahwa kemarahannya kemarin itu memang mungkin menyakiti Ona, tapi ia sama sekali tidak bermaksud seperti itu juga. "Argh b*****t semuanya!" Teriak Oreo di dalam mobilnya itu. Sedangkan Putra dan Zaki masih mengikuti Oreo tepat di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN