
Tiara Alexander seorang illustrator muda berbakat, meninggalkan keluarganya yang matrealistis demi mengejar karier di luar negeri. Berjuang meniti karier di bidang seni, hidup pas-pasan di negeri sakura, dan kesepian membuatnya menjadi sosok yang membosankan. Berbanding terbalik dengan keluarganya sedari dulu. Dibuang keluarga karena dianggap tidak secerdas ayahnya dalam berbisnis, tidak secantik ibu dan kakaknya yang adalah seorang model, dan tidak mampu mendapat pasangan kaya raya.
Karena kematian ayahnya lima tahun lalu, bisnis keluarga Alexander terancam runtuh ditambah gaya hidup hedonisme ibu dan kakaknya, membuat keluarga Alexander harus mencari jalan lain untuk bertahan hidup. Satu-satunya jalan agar nama baik keluarga yang bangkrut terselamatkan adalah menikahi Sean Lancester, kenalan lama sekaligus orang yang sangat mencintai Tania Alexander, kakak Tiara. Pria tampan nan sempurna yang juga satu almamater dengan Tania itu dengan kesadaran penuh merelakan diri membantu memulihkan bisnis keluarga Alexander sebagai wujud cinta dan dukungan kepada sang tunangan Tania.
Hingga suatu hari, 6 bulan sejak bertunangan dengan Sean Lancaster, Tiara menghilang. Meninggalkan rumah mereka yang kini telah kosong melompong, hanya tersisa beberapa perabotan rumah yang tersisa. Tania yang telah lama tidak diakui sebagai anggota keluarga, menerima satu-satunya panggilan telepon dari keluarganya di tahun itu. Sang ibu memintanya kembali dan ikut bertanggung jawab menyelesaikan masalah keluarga.
Tania kembali ke Jakarta, mendapati kondisi keluarganya yang berubah drastis dibanding 10 tahun lalu saat ia pergi ke Tokyo untuk kuliah dan bekerja di sana. Bahkan rumah besar yang selama ini mereka tinggali sudah tak terurus meski sang Ibu tinggal disana. Keuangan ibunya, nihil. Uang kerja keras menjadi model di masa muda, habis dalam beberapa bulan karena gaya hidup.
Bisnis ayahnya sudah dibeli oleh keluarga Lancester karena merugi, seandainya TTania tidak kabur, harusnya di awal tahun kedua keluarga akan melangsungkan pernikahan, dan keluarga Alexander akan menerima sejumlah saham kepemilikan sebagai mahar pernikahan. Tania bisa hidup bahagia dan lebih kaya dari sebelumnya jika ia menikah dengan Sean. Seharusnya Tiara masih hidup di pengasingan dan hanya perlu memeikirkan kesulitannya sendiri. Namun semua makin berantakan karena kepergian Tania.
Satu-satunya yang bisa Tiara lakukan hanyalah menemui keluarga Lancaster dan membujuk mereka, sambil terus mencari Tania. Enam bulan adalah batas waktunya dan Tania harus ditemukan, atau Tiara yang harus menanggung kehidupan ibunya, padahal ia sendiri masih kesulitan. Meninggalkan Tokyo berarti ia harus menemukan pekerjaan baru di Jakarta atau bertahan dengan penghaislan freelancernya yang tak menentu. Hal pertama yang Tiara lakukan adalah menemui Sean Lancaster, pria ramah yang ia kenal diacara kampusnya sepuluh tahun lalu. Teman sebangsa saat di Tokyo dulu, sampai pria itu mengenal sang kakak, model cantik yang tengah naik daun dan jatuh cinta padanya. Jujur, pada pertemuan pertama Tiara jatuh hati, setelah cukup mengenal ia pun jatuh cinta. Namun rasanya ia pendam hingga terlupakan.
Terhina, itulah yang Sean rasakan begitu mendengar Tania menghilang tanpa meninggalkan apapun. Dan gadis hitam kurus kering di depannya malah terlihat tidak mampu menyelesaikan masalah ini, padahal ia keluarganya. Kalau bukan karena rasa cintanya pada sang kakak, ia paling benci dengan keluarga pemalas macam keluarga Alexander yang hanya mengandalkan usaha sang ayah sementara anggota keluarga lain tidak kompeten, terbukti dari runtuhnya bisnis mereka.
“Kalau Tania kabur, seharusnya kalian malu dan memberi kompensasi, untuk apa memohon perpanjangan waktu? Bukannya dia pergi bersama pria lain? Atau kalian masih berharap perusahaan kalian dikembalikan? Lalu apa? Kalau hancur lagi kalian akan melakukan hal yang sama dengan pria lain?” hina Sean
Saya bahkan nggak tahu sama sekali perjanjian kalian,” Tiara menjelaskan berharap pria tinggi di hadapannya mengerti situasinya.
“Ya aku tahu kamu kabur ke Tokyo sejak saat itu,” Sean merendahkan suaranya, terlihat di benaknya ia mengenang peristiwa yang telah lama terjadi. “Dan sekarang tiba-tiba kamu muncul dan terjadi masalah.”
Tubuh Tiara hampir saja kehilangan keseimbangan jika saja ia tidak bergeser mendekat ke arah meja kerja besar di hadapannya, ia tidak ingin pria tampan di hadapannya melihat ia terhuyung karena ingatan masa itu. Rasa sakit yang telah lama terlupa, rupanya belum benar-benar sembuh, hanya dengan sedikit sentuhan saja lukanya kembali menganga lebar.
“Saya tidak mengerti maksud anda,” gadis itu berusaha menekankan bahwa apa yang ada di benak Sean hanyalah prasangkanya sendiri. “Yang pasti saya akan bawa kayak saya sebelum hari pernikahan.”
"Ayo menikah."
Lari Tiara,,,Lari...

