Hati anak mana yang tidak hancur mendengar kedua orang tuanya saling melempar kewajiban. Bahkan, tidak ada yang ingin membawa anaknya untuk hidup bersama. Saling melempar satu sama lain. Seperti sampah yang sudah layaknya dibuang. Perih hati Kalla saat itu. Tak ada kata yang bisa ia lontarkan untuk menggambarkan bagaimana perasaannya. Hanya air mata. Mengalir melampiaskan segala kehancuran hatinya. Hari itu, menjadi salah satu hari yang membuatnya terpuruk. Masalah demi masalah membuatnya seperti tak berdaya. Seolah tidak ada yang menginginkannya lagi di dunia. Jika di dunia ini adalah pilihan untuk menghapus salah satu hari terburuk, maka Kalla akan memilih hari ini. Ia akan menghapus segala kenangan menyakitkan juga kejadian yang tidak ingin ia jalani seumur hidupnya. “Andai aku bisa m

