Setelah obrolan yang panjang, akhirnya Aksa mempersilakan Kalla untuk berisitirahat. Sebelumnya, ada pembicaraan panjang yang diutarakan oleh Kalla juga Aksa. Mereka saling mengeluarkan apa yang sedang mereka rasakan. Terutama Kalla. Kalla sudah melupakan segala kesedihannya dengan menangis. Bahu Aksa telah menjadi sandarannya malam ini. Nyaman, tenang, tak ada gangguan dari perdebatan apapun. Kalla menangis sesukanya. Mengeluarkan air mata sebisanya. Hingga dadanya tak lagi terasa sesak. Setelah semua terasa lebih lega, Kalla membuka suara. Meski tidak sepenuhnya ia ceritakan kepada Aksa. Setidaknya, ada kalimat yang diutarakan Kalla. Aksa mencoba memahami kondisi Kalla saat ini. Aksa tidak ingin memaksa, Aksa hanya ingin selalu ada. Aksa tidak berjanji dengan Kalla secara langsung. Namu

