Di sebuah taman yang cukup luas, beberapa orang berdiri sejajar dengan sebuah panah dan anak panah di masing-masing tangannya, sebelah mata mereka menyipit mencoba membidik ke arah yang tepat. Satu buah apel di letakkan di atas kepala seseorang yang tampak menyedihkan dengan lebam di wajah dan pakaian yang compang-camping. Di antara orang-orang yang memegang panah itu, ada Laura yang berdiri dengan tangan gemetar karena ia di perintahkan untuk membidik tepat sasaran, atau jika tidak, kemungkinan si pria di depan sana bernasib buruk. Ini adalah hal yang baru untuk Laura, hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Dan yang terpenting, ia tak tahu apa maksud dari mereka menyuruhnya memanah. "Cepat lepaskan anak panahmu ... bod*h!" seorang pria di belakang Laura menggeram lalu membentaknya

