Malam itu, sampai jam delapan malam. Damian tidak kembali lagi ke kamar Dasha. Begitupun Dasha, ia tidak keluar kamar karena memang tidak ada yang ia perlukan untuk sekarang. Dasha duduk bersandar pada kepala ranjang. Ia memikirkan tentang Damian yang tadi terlihat kecewa padanya. Hal itu membuat Dasha jadi berpikir lebih dalam hingga membuatnya tambah sakit alih-alih sembuh. Pintu kamar kemudian di buka dari luar. Adrian masuk ke dalam dengan pintu yang masih terbuka lebar. Pria itu berjalan cepat menuju ranjang Dasha dengan membawa termometer di tangannya. "Sudah merasa baik, Dasha?" tanya Adrian menunduk menatap Dasha. "Ya, lumayan." Dasha berbohong. Ia sama sekali tidak merasa lebih baik. "Okey, bagus. Tapi, boleh kah aku mengecek suhu tubuhmu? Karena sepertinya kau tidak seperti

