Mister X menatap malas wanita yang tengah menyiapkan masakan kesukaannya. Andai masakan itu bukan Maura yang bawa, mungkin dia akan menyantapnya dengan senang hati. Meski kesal, dia memakannya juga. Rasanya sama seperti dulu. Pas di lidah. Mister X menatap wajah bahagia Maura karena dia mau memakannya. "Kau selalu menyukai masakanku, Ar," ujar Maura. "Ini terakhir kau membawa masakan sialanmu itu untukku. Jangan menyesal kalo besok kau datang lagi dan aku membuangnya." "Dulu kau sangat menyukainya." "Dulu dan sekarang sudah beda." "Oh ya, bagaimana soal ponsel Sonia? Kau sudah mendapatnya data-datanya kembali?" "Tidak." "Hmmm, bagaimana kalo kita ke Bar nanti malam?" "Tidak. Kau pergi sendiri saja. Aku udah siap makan dan ingin bertemu klien. Sebaiknya kau pergilah." "Apa kau pe

