Kamu mengusikku Membuat kepalaku gatal Menaruh segala apa yang kau punya Di dalam hatiku Di dalam hatimu Apa yang kau taruh? Aku, kah? *** "Sebuah senyum yang paling berharga itu, aku yakin dia datang dari bibir yang sempat terluka." *** Jihan membersihkan air di tangannya pada sebuah lap yang menggantung. Membersihkan juga sisa air di sekitar tempat mencuci piring. "Besok kita mau sarapan sama apa, Han?" tanya Umi. Wanita itu masih berada di kursi setelah menikmati makan malam ini bersama Jihan. Sekarang, sedang ia potong sebuah apel menjadi bagian yang lebih kecil. "Apapun yang Umi masak, Jihan suka. Jadi, terserah Umi." Kali ini Jihan mencomot sepotong apel dari piring Umi. Duduk di sebelah wanita berbaju biru tua itu. "Terserah itu jangan dijadikan sebuah jawaban. 'Kan

