“Kedip!” Ucapan Syams membuyarkan lamunan Starla. Wajah Starla memerah. Dia ketahuan sudah memerhatikan perut kotak-kotak milik Syams. Namun, baru sebentar saja pemandangan itu lenyap seketika dari pandangannya. Syams memakai kaosnya kembali. “Eh, kenapa pakai kaos lagi?” tanya Starla dengan bodohnya. Jelas sekali jika Syams sangat malu. Apalagi saat sedang membuka baju, dilihat oleh teman istrinya. “p***o!” jawab Syams terkekeh. “Panas banget, aku mau pakai kipas angin.” Syams menghidupkan kipas yang ada di mejanya. Dia duduk di depan kipas sambil memejamkan mata. Starla sendiri kembali asyik dengan ponselnya. Dia sudah masuk ke grup “Sekawan” yang terdiri dari empat orang termasuk dirinya, Starla, Aluna, Imelda, dan Sania. Di grup itu, Starla langsung diberondong dengan berbaga

