Aisha terbangun. Pelan-pelan membuka mata, ia mendapati sosok Aslan yang kini masih tertidur dan berada tepat di sebelahnya. Semalam, seingat Aisha, ia tengah duduk menunggu. Tak lama setelahnya, ia tahu kalau Aslan mendapat telpon entah dari siapa. Selama menunggu Aslan yang sedang berbincang, Aisha merenung. Ia memikirkan dengan amat sangat apa yang akan dirinya lakukan setelah ini. "Serius malam ini aku sama kak Aslan harus making love?" Aisha meneguk ludahnya. Rasa gugup yang tadinya sempat hilang, kini kembali menerpa. Kecemasan beserta keraguan yang tadi sempat terbayang, pelan-pelan menghantui dirinya. Apalagi kalau ia teringat akan pesan singkat yang sempat El Rumi kirimkan tadi siang. El Rumi : Aisha, selamat berbulan madu. Aku sudah titip Bu Tina buat masukkan gaun wajib ke

