"Nggak! Ini nggak mungkin. Kalian semua nggak boleh memperlakukan aku seperti ini!" Anggia menggeleng berulang kali. Ia terus menampik apa yang baru saja Aslan dan Rauf lakukan kepadanya. Di tengah kekalutan, Anggia lantas mengedarkan pandangan ke sekitar. Dari matanya sendiri, ia bisa melihat bagaimana para tamu undangan yang menatapnya dengan tatapan seolah jijik dan juga ikut kesal. Tadinya, Anggia begitu percaya diri. Ia amat sangat yakin kalau apa yang sudah direncanakannya dengan matang, bakal memberikan hasil seperti yang ia inginkan. Namun, Tuhan seolah senang mempermainkan. Alih-alih berhasil mempermalukan Aisha, malah dirinya yang dibuat malu di hadapan orang banyak. "Pak Rauf, kamu harus membayar perbuatanmu. Seenaknya saja kamu mempermaikan aku seperti ini!" Anggia berse

