Anggia menatap sekali lagi pantulan dirinya dari balik cermin. Memastikan dengan sungguh-sungguh kalau penampilannya saat ini sudah sangat sempurna. Bukan tanpa alasan Anggia ingin terlihat perfect tanpa celah. Hari ini, adalah hari penting dan mungkin juga bersejarah dalam hidupnya. Sudah sejak lama ia menunggu momen seperti ini. Berharap dengan amat sangat kalau semua yang sudah ia rencanakan secara matang akan terwujud tanpa kendala. Memasuki mobil, Anggia meraih ponselnya terlebih dahulu. Membuka kontak, lalu mencari nama Rauf untuk kemudian mengirim pesan. Anggia : Pak Rauf, sekarang saya on the way menuju tempat acara. Saya harap bapak datang tepat waktu. Tidak perlu menunggu waktu lama, beberapa menit berselang, Anggia mendapat balasan. Buru-buru ia buka, kemudian dirinya baca.

