Waktu pulang kerja tinggal beberapa jam lagi. Setelah menyelesaikan semua tugasnya, Aisha tampak merenung beberapa saat. Pikirannya kini melayang-layang mengingat perbincangan antara dirinya dan sang ayah saat jam istirahat tadi siang. "Aisha...." "Iya, Bi. Ada apa?" Awalnya, Aisha kira sang ayah menghubungi karena ingin menagih soalan sisa uang 500 juta untuk membayar hutang kepada rentenir. Tapi, alih-alih menyinggung uang, begitu telpon diangkat, pria itu malah membahas perihal lain yang sebenarnya susah payah Aisha hindari. "Tadi, suamimu telpon." Jantung Aisha seketika itu juga terasa diremas-remas. Ia merasa cemas sekaligus bertanya-tanya untuk apa Aslan menghubungi sang ayah. Apakah Aslan masih berusaha mengundang Rauf secara langsung untuk datang ke pesta ulang tahun. Tapi, da

