77. Mayang Syok

1427 Kata

"Ra, boleh aku tanya?" Revan masih fokus menyetir karena jalanan sudah macet pagi ini. Ara menoleh menatap sang suami. Ia yakin pasti sang suami akan membahas tentang kedatangan sang papa kemarin. Ara hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Sebisa mungkin, ia tidak tampak gugup. "Siakan, Mas." Ara mengembuskan napas panjang seolah sedang menahan beban yang luar biasa. "Papa kemarin datang? Apa yang dibicarakan?" Revan kali ini menoleh ke arah Ara yang kali ini wajahnya tampak tegang. "Tidak ada obrolan penting. Papa hanya mampir saja. Papa dan Mama ingin cucu." Astaga! Ara justru kelepasan berbicara. "Ya, tapi bukan itu poin pentingnya, Papa mendukungku kembali bekerja," lanjut Ara berbohong. Revan terdiam mendengar keinginan Haris Manggala tentang cucu. Kedua mertuanya memang tidak sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN