POV REZA "Mas, adek boleh tanya ngak!" tanyaku kepada Mas Bagas dikala kami hendak menyelami alam mimpi. "Tanya apa Dek?" sahutnya sambil mengelus lembut ujung rambut panjangku. "Ehm, sebenarnya Mas itu sayang ngak sih sama adek?" Aku masih mengerakan jemari lentikku naik turun pada d**a bidang Mas Bagas yang kini sedang bertelanjang d**a. "Iya sayanglah Dek, kalau ngak sayang ngapain Mas nunggui kamu sampai delapan tahun," kilahnya kepadaku mencubit kecil hidung mancungku. 'Benar juga ya kata Mas Bagas. Paling dulu Yasmin itu yang kegatelan sama mas Bagas, goda-godain mas Bagas.' pikirku. "Kenapa sih dek, apa kamu kurang yakin dengan cinta Mas padamu?" Mas Bagas menarik tubuhnya sedikit menjauh, kemudian menatap lekat pada wajahku. "Engak sih Mas!" jawabku t

