Aku duduk di kursi depan di sebelah kemudi, sementara Mas Rega fokus dengan jalan di depannya. Aku hanya asyik membuka lembaran demi lembaran majalah tanpa ingin membacanya, hanya melirik beberapa tulisan dengan gambar menarik saja. Aku menemukan secarik kertas berwarna pink tanpa di lipat, kertas kecil yang hanya bertuliskan "will you marry me?" Aku terkejut sekaligus terenyuh, tapi aku tak ingin besar kepala, jadi, kusimpan senyumku dalam hati saja dan menutup kembali majalah beserta kertas kecil itu. Mas Rega berhenti di depan sebuah mall dan dia mengajakku untuk turun, sudah lama kami tak menghabiskan waktu untuk menonton film favorit kami. Suara ketukan sepatu sedikit menggema di lantai licin gedung bioskop, aku berjalan disebelahnya, dia menautkan jemarinya di jariku, mesra, sesek

