Tanya Hati

1139 Kata

Bayu sedikit merunduk dan menatap langit sembari tetap mengemudi. "Kamu mau aku antar kemana?" Tania menggelengkan kepalanya pelan. Sungguh dia bingung, masalahnya tak sesederhana yang orang lihat. Hatinya benar-benar kalut.  "Kamu pasti belum makan, 'kan?" tanya Bayu seraya menoleh. Tania menggeleng lagi. Lalu air mata terjatuh dari sudut matanya. Entah ini air mata keberapa, pasalnya sedari tadi tak surut-surut.  Bayu menghela napas. "Jangan sedih lagi." Tania membasahi tenggorokannya seraya tertunduk. "Aku harus gimana, Bay?" "Ikuti kata hati kamu." "Aku bingung, kata hatiku bilang, aku harus kembali, tapi, Bay, aku hanya ingin menghilang sebentar saja, aku capek," keluh Tania. "Aku nggak mungkin batalin pernikahan ini," lirih Tania. "Kenapa?" Tania menggelengkan kepala, nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN