Natla: Perubahan Papi "Nguap mulu!" Rindu menyenggol pinggang gue. "Ngantuk gue, Rin. Sumpah!" Gue menguap lagi. "Semalem beneran nggak bisa tidur." Rindu mencebikkan bibirnya. "Suruh siapa lo nggak tidur? Lagian yang nikah hari ini Kak Safa! Noh, lihat aja! Pagi-pagi Oma udah ngomel karena Kak Safa tidur kayak mayat, susah dibangunin padahal dia mau ijab!" Gue mengangkat kedua bahu. Mengingat keributan selepas subuh antara Oma dan Kak Safa. Benar apa kata Rindu. Ngapain juga gue sampai nggak tidur, sementara calon pengantinnya enak-enakkan tidur sampai susah dibangunin! Wah! Gue ikut deg-degan rasanya. Kak Safa yang menikah, gue ikutan gugup sampai-sampai sesak napas rasanya. Sejak semalam gue ada di rumah Oma, membantu Oma dan Tante Langen yang lagi sibuk-sibuknya. Acara ijab

