Natla: Papi atau Raja? "Sepedanya rusak," adu Fatia menurunkan kedua bahunya lesu. Raja duduk berjongkok di bawah dan segera memeriksa sepedanya Fatia. Gue memerhatikan interaksi keduanya. Belum pernah sekali pun gue melihat Raja canggung sama Fatia. Berbeda dari Mas Levi yang acuh setengah mati. Gue menarik pinggang Fatia dan memeluknya. Sementara Raja sendiri sibuk membenarkan sepedanya Fatia. Laki-laki itu menggulung lengan kemejanya sampai ke siku, raut wajahnya sangat serius padahal cuma sepeda yang dia benahi. Raja baik ya. Satu kalimat tersebut nyaris seperti mantra yang nggak pernah lupa gue ucapkan. Seperti meyakinkan diri sendiri kalau Raja nggak akan pernah berkhianat kayak papanya. Gue tuh takut. Gimana kalau Papi tahu rahasia Om Indra dan keluarganya? Obrolan kemarin

