Raja: Perjuangkan, Pak! "Natla belum pulang, Ja." Aku menelan ludah kecewa. Pada akhirnya Natla menghindariku seperti dulu. Atau, usahanya kali ini bisa dibilang lebih keras. "Telepon aja, Ja. Mungkin Natla lagi pergi sama Fano atau Rindu," ujar Tante Ola, mamanya Natla. "HP saya baterainya habis, Tante," jawabku. Padahal jelas ini cuma alasan. Bukan aku tidak mau menghubungi Natla. Masalahnya nomorku diblock oleh perempuan itu. Bahkan akun sosial medianya telah dikunci dan aku kesulitan untuk menghubungi Natla. "Mau nunggu Natla aja?" Tante Ola menawariku sambil menunjuk ke dalam rumah. "Mungkin sebentar lagi dia pulang." Aku menggeleng cepat. "Nggak usah, Tante. Saya pulang aja." "Beneran nggak mau nunggu, Ja? Di dalam ada Davian, kok." Sekali lagi aku menggelengkan kep

