Natla: Pacaran di Belakang Papi "Kamu habis dari mana, La?" Mati, gue! Buru-buru gue menguasai diri supaya nggak kelihatan gugup di depan Papi. Gue memutar badan sembari menyunggingkan senyum santai padahal dalam hati udah gemetaran. Takut aja ketahuan Papi habis ketemuan sama Raja. "Ah..., itu, Pi." Tiba-tiba aja otak gue blank. Gue bingung. Gue harus memberi jawaban apa, sementara itu gue harus bohong ke Papi. "La?" tegur Papi agak menarik punggungnya dari sandaran sofa. Dua detik setelahnya senyum gue mengembang. "Itu, Pi, aku dari rumah Oma. Diajak makan rujak sama Kak Safa. Oh ya, sama Rindu juga, Pi!" "Rindu?" gumam Papi tampak heran. "Iya, Pi. Rindu...," balas gue ikutan ragu. Aduh, kenapa nih! Atau Papi malah sedang menaruh curiga ke gue sekarang? Ekspresi gue kur

