Natla: Obrolan Si Kembar "Aku anter pulang ya?" Sontak, gue menggelengkan kepala. "Jangan." Raut wajahnya Raja berubah dalam sekejap. Gue bisa mendengar laki-laki itu menghela napas panjang kemudian melepaskan genggaman tangannya. Sekilas gue menolehkan kepala ke belakang memandangi Davian yang sedang menunggu. Seolah mengerti maksud dari tatapan gue, cowok itu pergi meninggalkan gue dan Raja berduaan doang. "Jangan salahpaham dulu." Gue meraih tangannya. "Aku tadi perginya sama Davi dan ngaku beli makanan. Kalau aku pulang sama kamu, aku jadi takut Papi malah makin marah dan anggap kamu nggak menghargai Papi sebagai orang tua." "Kamu pulangnya sama Davi?" Raja kembali menarik napas. "Iya. Aku janji, setelah ini aku nggak akan menghalangi kamu buat ketemu atau ngomong sama Pa

