Natla: Biar Aku Berjuang Dulu Di otak gue muncul kalimat kurang lebih kayak gini. "Davi aja berhasil yakinin Papi. Kenapa gue nggak?" Ck! Masalahnya nggak sesederhana itu. Okay. Gue ucapkan selamat kepada Davian karena udah berhasil meyakinkan Papi. Walaupun ujung-ujungnya dia tetap berangkat ke luar negeri, paling nggak di sini statusnya udah jelas. Rindu pun nggak perlu memikirkan statusnya lagi. Nggak perlu lagi cewek itu mikir kapan Davian nembak, kapan Davian menyebut dirinya sebagai pacar. Toh, Davian nggak tanggung-tanggung. Langsung dikasih status sebagai istri! Memikirkan nasib percintaan gue yang nggak ada mulus-mulusnya. Terselip perasaan iri ke saudara kembar sendiri. Davian mah enak! Sebentar lagi dia sama Rindu mau menikah. Kedua orang tua udah setuju semua. Nah gue? Oran

