aku menangis sepanjang jalan, tak kuhiraukan beberapa orang bertanya dengan penuh kebingungan melihatku

439 Kata
karena aku pergi terburu-buru aku lupa membawa uang. aku bingung bagaimana ku harus pergi dan harus kerumah siapa?. "aku tidak mungkin kembali kerumah". aku bicara sendiri seperti orang kehilangan akal. akhirnya aku memutuskan kerumah adik papaku dan berjalan kaki selama dua jam. "tante....". aku memanggil adik papaku yang kulihat sedang berdiri didepan rumah sambil menggendong anaknya. "mira... kamu sama siapa? kenapa bajumu basah semua". aku hanya diam tak. menjawab bertanyaannya. dia memberikan anaknya pada suaminya dan mendekatiku. "ada apa? bicara sama tante, jangan hanya menunduk dan diam". katanya lembut. "mama, tante.... " "mama..? kenapa mamamu? ". tanyanya heran "mama menikah lagi tante". tiba-tiba tangisku pecah dan langsung memeluknya. "apa...? kapan....? kamu serius kan mira". "masuk dulu mira, bicara yang tenang". kata suami tante. aku masuk masih dengan menangis pilu. "kamu kesini naik apa?. tanyanya "jalan kaki... aku lupa bawa uang". tante dan om memandangiku dengan heran dan iba. "mengapa kamu senekat itu mira... kalau ada orang jahat dijalan, kamu bisa bahaya". "jangan lakukan lagi ya nak... ". tante mengusap rambutku dengan lembut. "tante... boleh tidak aku tinggal disini. aku bisa bersih-bersih rumah dan masak setelah aku pulang sekolah". tanyaku "kenapa tidak boleh. masalah sekolahmu nanti tante bicara sama kakek dikampung. tugas kamu hanya sekolah". "terima kasih tante, tapi kalau kakek tidak punya uang, aku bisa bekerja sambil sekolah. aku tidak mau menyusahkan tante dan om". "mira... dikampung masih ada kebun buah dan itu milik papamu. hasilnya bisa kita jual dan untuk biaya sekolahmu. kamu anaknya, jadi kamu berhak mendapatkannya." "jangan sedih lagi. sekarang kamu mandi dan makan". aku mengangguk dan akan pergi mandi ketika ada yang menelepon ke handphone tante. aku sempat melihat nama mama disana dan aku memutuskan menguping pembicaraan mereka karena om minta suaranya dibesarkan. "rita.. mira ada disana tidak?". tanya mama "tidak ada mbak... memangnya mira kemana? ini sudah hampir kenapa dia belum pulang?". tante balik bertanya "tadi saya memarahinya, terus dia kabur. anak itu sudah berani melawan orang tua sekarang". jelas mama "saya tidak perduli ya mbak, tapi yang jelas mbak harus cari mira sampai dapat. kalau tidak saya akan lapor polisi. mira itu anak kesayangan kakak saya, jadi kalau sampai hilang mbak harus tanggung jawab. saya akan beritahu kakek mira dikampung kalau mbak sudah membuat mira kabur". tiba-tiba mama memutuskan pembicaraan. "apa katanya?". tanya om kepada tante "dimatikan sama dia, besok kita beritahu dia kalau mira disini. biarkan mira tenang dulu, di masuh sedih dan shock" kata tante. aku pergi mandi dan masih menangis dibawah kucuran air. "ya Allah... aku hanya mau mama dan putra, aku tidak mau papa baru. mengapa aku tidak sama seperti teman-temanku". aku berdoa da. bertanya didalam hatiku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN