extra : selamanya cinta

3078 Kata

"Ini punyaku." "Ini punyaku. Kau makan yang di sana. Itu punyamu. Mama sudah memasak untuk kita." Kepala bocah berambut kelam dengan bibir mengerucut menggeleng keras. Sebelah tangannya memegang garpu plastik, dan sebelah lagi mencengkeram piring dengan kekuatan tidak seberapa. "Ini punyaku. Aku mau sosis. Tidak mau nuget." "Mama," panggil si sulung yang menyerah karena kekeraskepalaan adiknya tidak bisa tertolong lagi. "Kita harus berbagi, kan?" Bianca beralih hanya untuk menatap keributan kecil di meja makan. Sudah menjadi kebiasaan kedua anaknya jika ini menyangkut makanan kesukaan. Ruang makan akan terdengar lebih berisik dari tempat lain. "Ayo, berbagi. Biasanya kau membuang sosis untuk kakak. Kenapa sekarang tiba-tiba?" "Aku mau sosis," ucapnya lucu. Menatap sang ibu dengan ked

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN