Daffa melihat sang ayah duduk menikmati sarapannya dengan tenang. Di mansion besar yang menjadi tempat tinggalnya, manusia sekelas Conan tidak merasa kesepian dengan banyaknya kenangan yang ada. Hal yang mendasari mengapa Daffa harus pergi. Karena yang tertinggal hanya rasa sakit. Kursi makan itu tergeser, tergantikan kursi roda yang bernilai mahal. Setelah mengalami kecelakaan parah yang membuat kedua kakinya lumpuh untuk selamanya, Conan akan tetap menjadi Conan yang keras. Kesehatannya yang kontras dengan sang istri berbanding. Alasan yang membuat mantan pengacara bertangan dingin itu hidup lebih lama. "Kenapa kau melamun?" Napas Daffa berembus berat. Dirinya datang dan sudah memutuskan. Tidak ada cara lain lagi untuk mundur atau mengutuk kenyataan. Realitanya kini di depan mata. Wal

