"Kau meninggalkan Karin demi perempuan yang bukan siapa-siapa? Kau ingin mengikuti jejak Daffa atau bagaimana?" Bianca menarik langkahnya untuk diam manakala suara dingin itu terdengar menembus lantai dan membuat segalanya seperti membeku. Membiarkan waktu berhenti hanya demi mendengarkan percakapan dua orang di ruang tamu. "Aku tidak mengikuti Daffa," sahut Abe santai. "Kami berdua sama-sama punya takdir yang sama. Jatuh cinta pada perempuan yang kau lihat bukan siapa-siapa." Conan mendengus keras. "Kau mau kisah cintamu berakhir naas seperti Daffa?" Bianca tegang. Sama halnya dengan Abe yang segera mendongak, memberi isyarat pada matanya agar sang ayah tidak bicara apa pun. "Kau tidak bisa memberi ancaman padaku." Abe berbisik dingin. "Seandainya kau melakukannya, aku benar-benar ak

