"Apa-apaan ini?" Karin memutuskan untuk datang. Seorang diri, dengan hati yang lapang untuk menemui Conan di kediamannya. Bermodalkan tekad dan kemampuan menyetirnya yang semakin baik seiring kepalanya nyaris meledak, Karin patut memberi dirinya sendiri sebuah penghargaan bergengsi. Ia belum memberitahu ayahnya. Ayahnya sangat bijaksana dan akan memahami semua alasannya dengan kepala dingin. Yang menjadi sandungan hanya Conan, ayah kandung Abe. Karin hanya harus memberitahunya. Alih-alih Abe mendapat sasaran amarah ayahnya sendiri. Pintu utama terbuka. Suster pribadi Conan berdiri di ambang pintu dengan sopan. Keamanan cukup tinggi di rumah ini patut Karin acungi jempol. Hanya dengan mobilnya yang masuk, Conan tahu siapa yang bertamu di mansion besarnya. "Selamat datang." "Halo, selam

