Selayaknya Bianca paham ini hari ketujuh setelah dirinya dan Abe memutuskan untuk pergi mencari jalan mereka masing-masing. Tak ubahnya dunia berputar seperti biasa. Yang mati akan selamanya pergi. Langit akan menyambut kelahiran baru yang menempati ruang kosong setelah raga manusia terpendam. Satu minggu sudah dan Bianca merasakan dirinya terombang-ambing. Bagaikan sepotong kayu di tengah lautan yang bebas. Terdorong kesana-kemari mengikuti arus laut sampai akhirnya terdampar tanpa daya. Perumpaan yang bagus karena malam-malamnya berubah demikian. Kali ini bukan lagi tentang Chayim. Atau mimpi-mimpi Bianca yang mengingatkannya akan kenangan lelaki itu. Chayim tampak lebih hidup dan bebas. Meski tidak bicara apa pun, senyumannya yang terlukis sampai mata seolah memberi jawaban atas pert

