Daffa menggeser tatapannya dari dua berkas dokumen yang berbeda di atas meja. Saat pintu terbuka, dan satu-satunya yang punya akses bebas hanya Abe. Adiknya memang acuh ketika Daffa memberitahu bahwa dirinya punya rumah lain selain tempat tinggalnya yang lama. Ayahnya tahu itu, dan dirinya sama sekali tidak peduli. Daffa hanya ingin mencari suasana baru pasca kematian sang istri. "Kau sedang sibuk?" Senyum Daffa mengular ramah. "Tidak. Hanya sedang memeriksa keabsahan dokumen baru. Kemari, duduk di sofa. Kau ingin minum apa?" Ia sangat senang karena setelah sekian lama, adik bungsunya datang untuk menjenguknya. Daffa tahu, Abe perlu waktu. Dan dirinya tidak pernah memaksa. Tidak pernah menekan atau menyempitkan ruang Abe dalam dunianya sendiri. Daffa bukan Conan yang semena-mena. Meski

